Minggu, 25 September 2011

PENYIMPANGAN SEKSUAL


BAB I
Pendahuluan
1.1 Latarbelakang
       Di Indonesia khususnya di Ibu kota DKI JAKARTA yang merupakan pusat dari segala aktivitas baik ekonomi, politik maupun lifestyle. Itulah Jakarta dengan segala macam rupa masalah yang ada di dalam nya terutama masalah yang terjadi pada kehidupan masyarakatnya baik dari perilaku sampai kehidupan seksual nya. Manusia diciptakan oleh sang PENCIPTA ada yang berjenis laki-laki dan wanita. Mereka hidup di dunia ini untuk mencari pasangan tetapi banyak di antar mereka yang mencari pasangan hidupnya tidak lawan jenis melainkan sesama jenis. Itu lah yang dinamakan penyimpangan seksual, penyimpangan seksual merupakan penyimapangan yang terjadi pada seseorang yang di sebabkan oleh beberapa factor baik dari dalam dirinya ataupun dari lingkungan sekitar, nah saya selaku penulis dalam makalah ini akan membahas tentang penyimpangan seksual yang terjadi di Indonesia. Mulai dari apa penyebab seseorang melakukan hal tersebut hingga sampa dampak apa yang terjadi jika seseorang terlibat dalam kasus penyimpangan seksual. Tetapi makalah ini saya buat tidak hanya semata mata memberikan sedikit informasi melainkan akan memberikan solusi dari permasalahan ini.
1.2 Rumusan Masalah
       A. Apa sieh yang dimaksud dengan HOMOSEKSUAL?
B. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan penyimpangan seksual?
C. Dampak apa yang terjadi dari tindakan penyimpangan seksual?
1.3 Tujuan
       Tujuan penulis membuat makalah ini adalah
  • Agar masyarakat mengetahui apa sieh penyimpangan seksual itu?
  • Agar masyarakat mengetahui dampak apa yang terjadi jika sesorang termasuk kedalam orang yang melakukan tindakan penyimpangan seksual?
  • Agar masyarakat mengetahui bagaimana caranya agar seseorang yang sudah terjerumus kedalam perilaku tersebut bisa kembali normal, dan tidak menjauhi orang yang seperti tersebut
BAB II
ISI
2.1 Penyimpangan seks
Yang perlu kamu tahu tentang Homoseksual...
Seringkali dalam masyarakat terdapat pengetahuan kalau perilaku seks, khususnya yang tidak sesuai dengan norma agama, norma hukum, atau norma susila, yang dilakukan oleh remaja, dikatakan sebagai penyimpangan atau kelainan seksual, tapi secara psikologi pengertian itu tidak selamanya benar. Karena pengertian secara luas tingkah laku seksual itu sendiri, adalah, segala perilaku yang didasari oleh dorongan seks.
Ada dua jenis perilaku seks, yaitu perilaku yang dilakukan sendiri, seperti masturbasi, fantasi seksual, membaca/ melihat bacaan porno, dll, serta perilaku seksual yang dilakukan dengan orang lain, seperti berpegangan tangan, berciuman, bercumbu berat hingga berhubungan intim.
Penyimpangan seks, yang kaya gimana sih ?
Dalam tinjauan psikologis proses tingkah laku yang lazim terdiri dari menyukai orang lain, timbulnya gairah, diikuti dengan tercapainya puncak kepuasan seksual atau orgasme dan diakhiri dengan tahap pemulihan (resolusi). Di dalam perkawinan, semua proses hubungan seks akan terpenuhi, sehingga tidak diragukan lagi kenormalannya berdasarkan norma psikologi. Bahkan masturbasi  dan mimpi basah juga memenuhi semua proses untuk sampai pada puncak kepuasan seksual. Semua proses ini bukanlah merupakan kelainan atau penyimpangan. Pada usia remaja masih terbatas sekali kesempatan (atau bahkan belum ada) untuk mendapatkan pasangan atau penyaluran untuk bertingkah laku seksual atau melakukan hubungan seks untuk mendapatkan kepuasan. Jadi sebagai pernyaluran hasrat seksual mereka, remaja melakukan masturbasi, dan memang jika terlalu lama tidak mengalami orgasme, remaja itu secara alamiah akan mengalami mimpi basah. Jadi masturbasi dan mimpi basah masih dipandang sebagai perilaku normal dari tinjauan psikologis.
Pengertian normal secara psikologi tidak sama dengan normal dalam ukuran norma (agama, sosial, dan budaya).
Ketertarikan terhadap lawan jenis merupakan hal yang normal bahkan akan tidak wajar kalo sampe diantara kalian tidak merasakan adanya kecocokan pas berpapasan dengan labaan atau wanita yang menurut selera kalian ,apalagi kalo kalian udah nyampe atau bahkan lewat usia pubertas masih belom merasakan tadi, itu patut dicurigai kali-kali aja kalian mengalami ketertarikan yang nggak sama dengan teman-teman seusia kalian , nah hal itu lah yang dikategorikan menyimpang dari ketertarikan seksualitas yang tidak pada umumnya alias abnormal, apalagi bagi mereka yang justru lebih tertarik dengan sesama jenis atau lebih dikenal dengan Homoseksual Tapi kalo di negeri barat sih(bahkan WHO sekalipun buat konvensi) bahwa gay atau lesbian bukan merupakan abnormalitas dalam perilaku seksual alias bukan dianggap sebagai kelainan seksual tapi sudah dianggap golongan homoseksual tersebut berada dalam sebuah masyarakat bahkan disahkan untuk menikah. Tetapi  karena kita hidup dalam kultur timur yang masih menjunjung norma-norma, apalagi yang berkaitan dengan aspek seksualitas, homoseksual belum dapat diterima sebagai sebuah perilaku seksual yang normal.

2.2 Pengertian HOMOSEKSUAL
Terminology/definisi homoseksual tidak hanya diberlakukan buat cowok, sebenernya cewek yang hanya syaring terhadap sesamanya juga termasuk dalam kategori Homoseksual, tetapi di masyarakat umum istilah lesbianisme lebih dikenal untuk cewek yang suka sama cewek. Padahal arti Homo sendiri berarti sama, sejenis atau satu golongan. Berarti homoseksual adalah orang yang merasakan atau hanya tertarik dengan jenis kelamin yang sama, kalo cewek seneng sama cewek, terus cowok seneng sama cowok juga. Lesbianisme dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai deviasi seksual, misalnya yang dilakukan di asrama-asrama putri atau rumah penjara, karena keadaan yang mendorong pelaku-pelakunya untuk berbuat demikian. Dalam keadaan normal mereka tidak melakukannya lagi. Dan mereka dapat dimasukkan ke dalam golongan lesbian pasif dan dapat terikat dalam pernikahan. Namun demikian banyak diantara mereka yang menunjukkan sikap dingin (frigid) dalam hubungan heteroseksual(perempuan -lelaki). Lesbian yang aktif tidak akan menikah, akan tetapi hanya pasangan yang sejenis kelaminnya saja.
Frekuensi lesbianisme cukup tinggi, menurut Jeffcoate kira-kira 25% dan menurut Kinsey dkk kira-kira 28%. Homoseksualitas Pria( kaum gay)
Apa yang diuraikan bagi lesbianisme berlaku pula bagi homoseksualitas pada pasangan pria dengan pria. Cara pemuasan seksual sedikit berbeda, dimana seorang pria homoseksual dapat mencari obyek mangsanya diantara pria-pria yang tidak bertendensi homoseksual, bahkan diantaranya anak-anak dibawah umur, dengan rayuan-rayuan, janji-janji dan imbalan-imbalan material. Diantara mereka ada yang memutuskan untuk menikah ( cara ini ditempuh untuk menghindarkan imej negatif masyarakat pada dirinya)dan dikaruniai beberapa anak dan kemudian keinginannya untuk memuaskan diri secara homoseksual hilang. Akan tetapi ada pula diantara mereka yang secara tersembunyi masih melakukan hubungan homoseksual, karena pada dasarnya mereka termasuk dalam biseksual. Sering mereka menunjukkan gejala-gejala transvitisme, yaitu mengenakan pakaian wanita atau bermasturbasi sambil mengkhayalkan sedang bermesraan dengan seorang pria.

2.3 Faktor penyebab HOMOSEKSUAL
Dari sekian banyak faktor penyebab Homoseksualitas, faktor sosial atau pergaulan merupakan faktor terbesar yang menjadi penyebab homoseksual, sekali pernah merasakan hubungan seksual (seperti sodomi misalnya), terus jadi ketularan walaupun tidak sepenuhnya gay tapi faktor ini juga bisa menyebabkan Biseksual, jadi Ke-lawan jenis ok ke-sesama jenis tidak masalah, waaah, yang ini nih yang masalah apalagi kalo udah jadi habit dan gonta-ganti pasangan. Kemudian Faktor penyebab kedua adalah faktor trauma atau korban perkosaan pada masa kecil, dari beberapa kasus yang pernah masuk ke CMM, hampir ditemukan kesamaan latar belakang riwayat pada mereka yang mengalami homoseksualitas menceritakan bahwa mereka pernah disiksa atau memiliki ayah yang suka menyiksa, atau pernah diperkosa oleh orang-orang terdekat.
Mereka yang menjadi homo dari faktor ini biasanya menyadari kalo mereka tidak semestinya menyukai sesama jenisnya, tetapi dari sesama jenisnya misalnya dalam hal ini ibu dapat memberikan perlindungan atau orang yang tidak memberikan kekerasan fisik atau karena memendam kebencian yang dalam secara terus menerus di alam bawah sadarnya pada ayah maka ia tumbuh menjadi seorang homo, terus untuk mereka yang pernah diperkosa, dengan mereka menjadi homo dikarenakan mereka membalas dendam kepada orang lain dengan menjadi atau berperilaku homo. Kebanyakan dari kasus trauma masa kecil atau diperkosa ini dapat recover tetapi memerlukan penanganan atau therapy dari psikolog yang emang bisa nanganin kasus-kasus seperti ini dan memakan waktu yang ennggak sebentar.
Faktor terkecil penyebab Homoseks
terakhir adalah faktor penyebab dari herediter atau keturunan alias bawaan,dimana secara rootedness atau garis keturunan ada buyutnya yang punya riwayat homo kasus homoseksualitas
. Terus perlu ditekankan bahwa yang disebabkan oleh faktor ini, menduduki peringkat terakhir peneyebab terjadinya homoseksualitas, karena prosesnya genetis sich, jadi ada bayi yang terlahir dengan susunan kromosom yang nggak pada umumnya, kalo cewe XX tapi terlahir dengan alat kelamin seperti cowo,yang diasumsikan penis ternyata itu adalah klitoris, terus ada juga yang secara fisik dia bayi cowok tapi susunan kromosomnya XY, tapi struktur fisik genitalianya(alat kelaminnya)nggak normal segede cabe atau bahkan nggak punya penis hal ini sangat kasuistik atau jarang-jarang banget terjadi.

2.4 Hal yang di hadapi jika teman Anda mengalaminya
• Jangan panik, yang terpenting jangan dijauhi apalagi disebarkan sama temen-temen kamu kalo dia itu Gay atau lesbian,buat dia percaya untuk bisa curhat (atau beri ia informasi ke tempat atau sumber informasi yang dapat dipercaya, karena kalo kamu sendiri kan belum well informed dalam hal seperti ini kan?) sama kamu agar mudah di bawa atau diajak ke psikolog atau psikiater kalo mereka merasa tersiksa dengan keadaannya tersebut, karena hal ini terjadi bukan atas kemauan mereka kecuali buat mereka yang salah gaul atau menganut budaya alternatif ( itu tuh nggak penting jenis kelamin yang penting kasih sayangnya).

• Kalo emang kamu udah tau bahwa dia gay atau lesbian bertemen biasa aja, yang terpenting kamu bisa memagari diri untuk menghindari kondisi-kondisi yang memungkinkan hal yang tidak diinginkan terjadi.Tidak perlu dijauhin karena mereka nantinya merasa tidak diterima dan terasing di lingkungan atau bahkan keluarganya sendiri. Toh mereka juga manusia biasa seperti kita yang butuh diterima oleh lingkungannya?




Menghindari timbulnya perilaku Homoseksualitas, bisa gak???
Bisa banget, antara lain:

• Bila kamu menghadapi suatu permasalahan, apapun bentuknya apalagi kalo sampai menimbulkan kesan trauma buat kamu, bicarakan segera dengan orang yang kamu percaya, jangan sampe kamu curhat ke orang yang salah yang bisa memanfaatkan kamu.

• Hindari media atau informasi yang menyesatkan, boleh cukup untuk tahu aja, tapi susah banget kalo udah nagih.

• Pinter-pinter bawa diri dalam lingkungan apapun, biasanya ajakan-ajakan berhubungan seksual dari para gay atau lesbian yang tidak bertanggungjawab adalah mereka yang sering mengiming-imingi mangsanya barang-barang atau berkaitan dengan duit, diajak jalan dan lain-lain,. tahan rayuan manis yang menggoda ya.

• Kalo ke tempat-tempat rame jaga-jaga tuh gelas minuman kamu,jangan cari gratisan aja kalo ujung-ujungnya fatal. Biasanya penyebab homoseksual disebabkan oleh hal-hal yang gak kamu duga ,siapa coba yang nggak nolak ditraktir.

• Bekali diri dengan tehnik beladiri atau tehnik perlindungan diri seperti menghindari berjalan di tempat sepi malem-malem, siaga terhadap orang yang nggak dikenal tapi ramah, soalnya ada lho kasus cowok-cowok gede yang diperkosa

• Waspada sama sentuhan atau bahkan lirikan dari sesama jenis yang gak normal(misalnya di daerah yang dekat dengan atau bahkan pada alat vital kamu)Ini sering banget terjadi di bus atau kendaraan terutama dalam kodisi fully book, jangan ragu-ragu untuk marah atau bahkan teriak,biasanya para pelaku ini jadi ciut kalo kita tegas atau berani
.
• Kalo kamu merasa bahwa kamu pengen terbebas atau tersiksa dengan keadaan kamu tersebut datang dan konsultasikan ke orang atau tempat yang kompeten yang kamu percaya. Perilaku seksual ini udah terjadi sejak jaman Nabi Luth, sampe saat ini.
Tuhan ciptain malem-siang seperti juga Ia menciptakan Perempuan dan laki-laki,ngebayangin ngga kalo sepanjang hari kita malam terus atau siang melulu......
Pernah sih siang-siang kita ngerasain kaya malem tapinya cuma sebentar yaitu pas gerhana matahari, tapi hal itu nggak berlangsung lama.

2.5 Peringkat Homoseksual
Terdapat beberapa peringkat homoseksual:
  • TERAHASIA
Juga dikenali sebagai CLOSET. Bermula sebagai ‘Homoseksual Sulit’.Individu homoseksual yang menjalani kehidupannya dengan berpura-pura seperti orang lain, tidak bahagia dan tertekan oleh polisi sosial yang diterima oleh masyarakat. Individu homoseksual ini mencoba menyesuaikan diri (accommodate) dengan norma-norma masyarakat dalam masa yang sama melakukan kegiatan homoseksual secara rahsia.
  • PENDEDAHAN AWAL
Pernyertaan dan eksperesi diri kepada masyarakat. Individu ini memberi respon terhadap masyarakat heteroseksual dengan menonjolkan kehidupan homoseksual. Menerima hakikat bahwa diri lebih berminat kepada kaum sejenis.
  • PERKONGSIAN
1. Tahap Perkongsian Pertama
Kemampuan untuk berkongsi perasaan sebagai homoseksual pada keluarga dan rekan-rekan. Mewujudkan perhubungan yang lebih stabil dan berjangka sederhana atau panjang
2. Tahap Perkongsian Kedua
Menilai secara terperinci akan kebaikan dan keburukan perkongsian secara terbuka. Bersedia untuk menerima sembarang akibat. Apabila diterima, ini akan membina percaya diri dan memberi kesan positif dan sekira sebaliknya. Ia akan memberi kesan yang negatif.
  • KOMUNITI HOMOSEKSUAL
Kelompok homoseksual akan berkumpul sesama sendiri dan membentuk sebuah masyarakat yang mahu menerima mereka seadanya. Di sini mereka diterima, diperlakukan seadilnya dan berkongsi bersama-sama pengalaman dan memahami antara satu sama lain.

2.6 Perspektif Masyarakat

    Keruntuhan Moral dan Tamadun

·         Memusnahkan kekuatan moral masyarakat
Penekanan diberikan pada golongan homoseksual yang melakukan hubungan seksual di luar pikiran. Dipercayai aktifitas sedemikian mencacatkan peraturan  budaya dan kesatuan masyarakat
·         Tidak perlu diberi hak-hak istimewa
Golongan ini sering dikaitkan dengan sesuatu yang tidak normal, berkaitan dengan tingkah laku syaitan dan tidak layak menerima apa-apa hak dari masyarakat. Mereka sering dipinggirkan tanpa penjelasan yang kukuh
·         Mencerminkan kemunduran masyarakat
Apabila masyarakat menjadi terlalu terbuka, segala perbuatan yang di luar pikiran manusia akan timbul dan ini menjadi faktor penggalak pada keruntuhan peraturan  masyarakat. Masalah keruntuhan akhlak akan lebih leluasa.
·         Pembunuh institusi kekeluargaan
Masyarakat akan menjadi tidak sehat dan unsur-unsur negatif akan disalurkan dalam institusi kekeluargaan homoseksual. Ini mengurangi populasi peraturan dalam masyarakat.

Penyakit Wabak

·         Penyakit Sosial
Mereka dipertanggung jawabkan  terhadap gejala kurang sehat dan berbagai masalah kesehatan seperti AIDS dan STD. Walaupun terjangkit AIDS dan STD disebabkan oleh berbagai faktor, tetapi golongan homoseksual sering dijadikan penyebab utama.

     Diskriminasi

Sering dianak tirikan dalam berbagai aspek.
Budaya: Kegiatan harian (walaupun sama seperti orang lain) tidak dapat diterima oleh masyarakat. Dianggap janggal setiap kali melakukan sesuatu tugas walau tidak berkaitan dengan identitas homoseksual atau hetroseksual
Sosial : Dianggap sebagai ‘orang asing’ dan tidak mendapat layanan seperti orang lain sering dilihat sebagai ‘pelik’ dan tidak dapat diterima dalam kegiatan luar. Tidak ramai golongan homoseksual yang memegang jabatan tinggi di mana-mana jabatan, yang berani untuk menonjolkan diri pada masyarakat, yang mampu pertahankan kelebihan yang ada pada diri dan sebagainya. Disebabkan pandangan masyarakat, kebolehan dan kelebihan yang ada pada diri mereka tidak diiktiraf.








BAB III
Penutup
3.1 Kesimpulan
            Jadi inti atau kesimpulan dari makalah saya ini adalah
  • Bahwa HOMOSEKSUAL itu adalah seseorang yang merasakan atau hanya tertarik dengan jenis kelamin yang sama atau sesame jenis, kalo cewek seneng sama cewek, terus cowok seneng sama cowok juga.
  • Faktor – factor yang menyebabkan seseorang Homoseksual :
1.      Faktor sosial atau pergaulan merupakan faktor terbesar yang menjadi penyebab homoseksual, sekali pernah merasakan hubungan seksual (seperti sodomi misalnya), terus jadi ketularan walaupun tidak sepenuhnya gay.
2.      Faktor trauma atau korban perkosaan pada masa kecil.
3.      Faktor penyebab dari herediter atau keturunan alias bawaan,dimana secara rootedness atau garis keturunan ada buyutnya yang punya riwayat homo kasus homoseksualitas.
  • Dampak yang ter jadi akibat perilaku penyimpangan seksual adalah menurut sebuah riset tingkat pengidap penyakit HIV/AIDS itu disebabkan oleh perilaku penimpangan seksual seperti homoseksual atau hubungan sesame jenis, selanjutnya akibatnya lain dari homoseksual yaitu apabila seseorang sudah merasa nyaman sama orang tersebut maka apabila pasangan nya mau insaf maka si satunya lagi tidak memberikan izin atau dengan kata lain, segala cara akan dikerahkan agar identitas nya tidak terbongkar. Baik dengan cara di bunuh ataupun akan diteror secara menurus sehingga mengakibatkan seseorang tersebut despresi.
3.2 SARAN dan KRITIK
       Saran saya sebagai sesame makhluk ciptaan tuhan apabila teman kalian mempunyai perilaku menyimpang sebaiknya orang tersebut jangan di jauhi atau pun di kucilkan. Tetapi sebaiknya kita memberikan motivasi agar seseorang tersebut kembali lagi ke seperti semula. Selanjutnya apabila anda di ajak untuk melakukan perilaku menyimpang sebaiknya Anda menolaknya secara baik-baik agar orang tersebut tidak merasa marah akibat penolakan yang dilakukan oleh Anda. Karena biasanya orang-orang seperti itu akan melakukan banyak cara demi membalas perkataan yang anda yang telah membuat hati mereka hancur.
            Kritik saya selaku pembuat makalah sebenernya apa enak nya sieh menjadi seseorang yang menyukai sesama jenis. toh allah juga sudah memberi setiap manusia pasangannya masing-masing yang tentunya lawan jenis. Terus apabila kalo kalian meresa diri atau fisik kalian kurang sebaiknya jangan dijadikan suatu momok melainkan kita harus lebih mencari lagi apa aja kelebihan yang kita punya yang orang lain tidak punya agar kita toh juga bisa bangga akan diri kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar